Friday, March 28, 2014

Analisa Anggaran Biaya Pekerjaan Konstruksi II (Plesteran, Lantai, Atap, Plafond, Kusen, Pintu, Jendela)

Posted by on Friday, March 28, 2014

Cara Mudah Menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pembangunan Rumah Lengkap Bagian IV


Sebelumnya, RUMAH mungil KITA telah membahas dengan lengkap cara menghitung biaya persiapan, pekerjaan tanah, pondasi, pasangan bata dan konstruksi beton untuk rumah mungil di Analisa Anggaran Biaya Pekerjaan Konstruksi Untuk Rumah Mungil Bagian I. Setelah melalui beberapa tahap konstruksi tersebut, telah terbentuk sebuah rumah dengan pondasi, dinding bata, kolom dan balok. Setelah rumah berdiri dengan kokoh, tahap apa yang selanjutnya diperlukan dalam membangun sebuah rumah? Tentunya memplester dinding, menutup lantai dengan keramik, memasang kusen, pintu dan jendela serta memasang plafond dan atap. Pada artikel ini, RUMAH mungil KITA akan membahas dengan lengkap analisa anggaran biaya untuk detil pekerjaan konstruksi tersebut.

Sebelum melanjutkan pembahasan ke tahap selanjutnya, agar penjelasan lebih mudah dimengerti dan dapat langsung Anda praktekkan untuk menghitung biaya pembangunan rumah Anda, silahkan download terlebih dahulu file excelnya, Menghitung RAB Lengkap. Berikut penjelasan lengkap masing-masing bagian.

V. PEKERJAAN DINDING DAN LANTAI


Setelah batu bata dipasang dengan kokoh di rumah mungil kita, sebelum di cat dan agar lebih kuat, dinding tentunya perlu di plester. Perhitungan biaya plesteran dinding diambil dari SNI-DT-91-0010-2007 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Plesteran untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan. Dari sekian banyak pekerjaan konstruksi yang termuat daalam SNI tersebut, tata cara membuat 1 m2 plesteran dinding dengan komposisi 1 portland cement : 3 pasir tebal 20 mm dan tata cara membuat 1 m2 plesteran dinding dengan komposisi 1 portland cement : 6 pasir tebal 20 mm.


Pada artikel sebelumnya telah dibahas bahwa untuk membangun sebuah kamar berukuran 3 x 3 m2 dipasang dinding tasram dengan luas 3,33m2 dan dinding biasa dengan luas 29,52 m2. Terdapat dua sisi untuk masing-masing dinding, sisi depan dan belakang. Karenanya, untuk menghitung biaya plesteran, luas dinding tersebut dikalikan dua dan dikalikan dengan biaya pekerjaan.
  • Biaya plesteran dinding tasram 1 PC : 3 PP = 3,33 x 2 x Rp. 41.000,- = Rp. 273.060,-
  • Biaya plesteran dinding biasa 1 PC : 6 PP = 29,52 x 2 x Rp. 30.000,- = Rp. 1.771.200,-
  • Total biaya plesteran = Rp. 273.060,- + Rp. 1.771.200,- = Rp. 2.043.260,-
Setelah dinding selesai, berikutnya menyiapkan lantai. Untuk perhitungan rabat bawah lantai, dipakai acuan SNI-DT-91-0008-2007 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan, sedang untuk pemasangan lantai dipakai acuan 
SNI-DT-91-0012-2007 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Penutup Lantai dan Dinsing untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan.



Luas lantai untuk ruangan berukuran 3 x 3 m adalah 9 m2. Misalkan ruang tersebut dibuat dengan ketinggian 5 cm, maka volume rabat bawah lantainya adalah 9 x 0,05 = 0,45 m3. Untuk lantai, misalkan digunakan lantai keramik dengan ukuran 30 x 30 cm, analisa harga untuk lantai:
  • Pembuatan rabat bawah lantai = 0,45 x Rp. 761.000,- = Rp. 342.450,-
  • Pemasangan keramik 9 x Rp. 81.500,- = Rp. 733.500,-
  • Total biaya pemasangan lantai = Rp. 342.450,- + Rp. 733.500,- = Rp. 1.075.950,-
Jadi total biaya untuk plesteran dinding dan pemasangan lantai kamar berukuran 3 x 3 m2 = Rp. 2.043.260,- + Rp. 1.075.950,- = Rp. 3.119.210,-

VI. PEKERJAAN ATAP, KUSEN, JENDELA, PINTU DAN PLAFOND


Berikutnya, kita hitung biaya pemasangan kusen, pintu dan jendela. Acuan yang dipakai adalah SNI-DT-91-0011-2007 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Kayu untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan, berikut rinciannya.


Volume kusen yang dibutuhkan untuk sebuah pintu berukuran 0,9 x 2 m dan jendela berukuran 0,9 x 2 m adalah
  • Panjang kusen pintu = 2 + 0,9 + 2 = 4,9 m, panjang kusen jendela = 0,9 + 1,5 + 0,9 + 1,5 = 4,8 m. Panjang keseluruhan = 4,9 m + 4,8 m = 9,7 m. Jika ukuran lebar dan tebal kusen adalah 5 x 10 cm, maka volume kusen = 9,7 x 0,1 x 0,05 = 0,0485 dan total biaya pembuatan kusen adalah 0,0485 x Rp. 4.352.500,- = Rp. 211.096,25,-
  • Luas Pintu = 2 x 0,9 = 1,8 m2, total biaya pemasangan pintu adalah = 1,8 x Rp. 368.000,- = Rp. 662.400,-
  • Panjang tepi jendela adalah 4,8 m, jika lebar dan tebar jendela 7 x 5 cm, maka volume tepi jendela adalah 4,8 x 0,07 x 0,05 = 0,0168 dan luas kaca jendela adalah 0,9 x 1,5 = 1,35 m2. Maka biaya untuk pemasangan jendela adalah = 0,0168 x Rp. 4.352.500,- = Rp. 76.146,- untuk tepi dan 1,35 x Rp. 87.500,- (harga kaca 5 mm) = Rp. 118.125,-
  • Jadi total biaya untuk kusen, pintu dan jendela adalah Rp. 211.096,- + Rp. 662.400,- + Rp. 76.146,- + Rp. 118.125,- + 39.500,- (engsel pintu) = Rp. 1.107.267,-
Selanjutnya, atap. Untuk pekerjaan atap, SNInya masih belum bisa didownload. Untuk perhitungannya, kita gunakan harga langsung dari penyedia rangka atap baja ringan. Misal harga per m2 nya Rp. 110.000,- dan digunakan atap pelana dengan kemiringan 30', maka luas atap adalah 3 x (3/cos 30') = 3 x 3,46 = 10,3923 m2, dan biaya untuk rangka atap adalah 10,4 x Rp. 110.000,- = Rp. 1.144.000,-.
Untuk genteng beton, per m2 dibutuhkan 9 buah genteng beton berglazur. Misalkan harga perbuah genteng = Rp.5000,-, maka biaya pemasangan genteng beton = Rp. 5000,- x 9 x 10,4 = Rp 468.000,-



Untuk Plafond, digunakan perhitungan dari SNI-DT-91-0013-2007 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Langit-langit untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan. Plafond untuk kamar berukuran 3 x 3 m memiliki luas 9 m2 dengan panjang lis profil plafond 12 m, maka biaya untuk plafondnya


  • Rangka langit-langit (Rp. 59.500,-) + Pasang langit-langit (Rp. 30.500,-) = Rp. 90.000,- x 9 m2 = Rp. 810.000,-
  • Lis profil = Rp 19.000 x 12 = Rp. 228.000,-
  • Total biaya plafond = Rp. 810.000,- +  Rp. 228.000,- = Rp. 1.038.000,-
Dari keseluruhan perhitungan di atas, maka biaya untuk pekerjaan atap, plafond, kusen, pintu dan jendela adalah Rp. 1.107.267,- + Rp. 1.144.000,- +  Rp 468.000,- + Rp. 1.038.000,- = Rp. 3.757.267,-

Jika digabungkan dengan biaya pada artikel sebelumnya, maka total keseluruhan biaya mulai pekerjaan tanah, pembuatan pondasi, pemasangan dinding dan pembuatan balok dan kolom, plesteran dinding, rabat bawah lantai, pemasangan keramik lantai, atap, genteng, kusen, pintu dan jendela untuk kamar berukuran 3 x 3 m adalah = Rp. 303.000,- + Rp. 5.187.880,- + Rp 1.398.312,- +Rp. 3.119.210,- +  Rp. 3.757.267 = Rp. 6.889.192,- = Rp. 13.765.669,-

Demikian analisa dan contoh perhitungan biaya pembangunan rumah mulai dari persiapan, pembuatan pondasi sampai terpasangnya atap. Pada artikel selanjutnya, kita akan membahas perhitungan dari tahap terakhir pembangunan sebuah rumah, yakni pengecatan, pemasangan kunci dan pemasangan instalasi listrik.



logoblog

» Thanks for reading: Analisa Anggaran Biaya Pekerjaan Konstruksi II (Plesteran, Lantai, Atap, Plafond, Kusen, Pintu, Jendela)

No comments:

Post a Comment